<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>BIOGRAFI tokoh</title>
	<atom:link href="http://nevzad.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nevzad.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 Jan 2010 19:46:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nevzad.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>BIOGRAFI tokoh</title>
		<link>http://nevzad.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nevzad.wordpress.com/osd.xml" title="BIOGRAFI tokoh" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nevzad.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Parikesit</title>
		<link>http://nevzad.wordpress.com/2010/01/30/parikesit/</link>
		<comments>http://nevzad.wordpress.com/2010/01/30/parikesit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 19:24:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nevzad</dc:creator>
				<category><![CDATA[wayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nevzad.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Parikesit (Sansekerta: परीक्षित; parikṣita, parikṣit) atau Pariksita adalah seorang tokoh dari wiracarita Mahabharata. Ia adalah raja Hastina dan cucu Arjuna. Ayahnya adalah Abimanyu sedangkan putranya adalah Janamejaya. Dalam kitab Adiparwa, akhir riwayatnya diceritakan bahwa Prabu Parikesit meninggal karena digigit Naga Taksaka yang bersembunyi di dalam buah jambu, sesuai dengan kutukan Brahmana Granggi yang merasa sakit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nevzad.wordpress.com&amp;blog=11750447&amp;post=6&amp;subd=nevzad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 181px"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e0/Parikesit-kl.jpg/275px-Parikesit-kl.jpg" alt="" width="171" height="219" /><p class="wp-caption-text">Parikesit dalam versi pewayangan Jawa</p></div>
<p style="text-align:justify;"><strong>Parikesit</strong> (<a title="Sansekerta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sansekerta">Sansekerta</a>: <strong>परीक्षित</strong>; <em>parikṣita, parikṣit</em>) atau <strong>Pariksita</strong> adalah seorang tokoh dari <a title="Wiracarita" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wiracarita">wiracarita</a> <a title="Mahabharata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mahabharata">Mahabharata</a>. Ia adalah raja <a title="Hastina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hastina">Hastina</a> dan cucu <a title="Arjuna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arjuna">Arjuna</a>. Ayahnya adalah <a title="Abimanyu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abimanyu">Abimanyu</a> sedangkan putranya adalah <a title="Janamejaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Janamejaya">Janamejaya</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kitab <a title="Adiparwa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adiparwa">Adiparwa</a>, akhir riwayatnya diceritakan bahwa Prabu Parikesit meninggal karena digigit Naga Taksaka yang bersembunyi di dalam buah <a title="Jambu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jambu">jambu</a>, sesuai dengan kutukan <a title="Brahmana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Brahmana">Brahmana</a> Granggi yang merasa sakit hati karena Prabu Parikesit telah mengkalungkan bangkai ular hitam di leher ayahnya, Bagawan Sarmiti.<span id="more-6"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Parikesit tewas digigit oleh <a title="Naga Taksaka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Naga_Taksaka">Naga Taksaka</a>, setelah beliau diramalkan akan dibunuh oleh seekor ular. Maka beliaupun menyuruh untuk mengadakan <a title="Upacara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Upacara">upacara</a> <a title="Sarpayajna (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sarpayajna&amp;action=edit&amp;redlink=1">sarpayajna</a> untuk mengusir semua ular. Tetapi karena sudah takdirnya, beliau pun digigit sampai wafat.</p>
<p style="text-align:justify;">Peristiwa sebelum kelahiran</p>
<p style="text-align:justify;">Saat Maharaja Parikesit masih berada dalam kandungan, ayahnya yang bernama <a title="Abimanyu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abimanyu">Abimanyu</a>, turut serta bersama <a title="Arjuna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arjuna">Arjuna</a> dalam sebuah pertempuran besar di daratan <a title="Kurukshetra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kurukshetra">Kurukshetra</a>. Dalam pertempuran tersebut, Abimanyu gugur dalam serangan musuh yang dilakukan secara curang. Abimanyu meninggalkan ibu Parikesit yang bernama <a title="Utara (Mahabharata)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Utara_%28Mahabharata%29">Utara</a> karena gugur dalam perang.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada pertempuran di akhir hari kedelapan belas, <a title="Aswatama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aswatama">Aswatama</a> bertarung dengan <a title="Arjuna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arjuna">Arjuna</a>. Aswatama dan Arjuna sama-sama sakti dan sama-sama mengeluarkan senjata Brahmāstra. Karena dicegah oleh Resi <a title="Byasa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Byasa">Byasa</a>, Aswatama dianjurkan untuk mengarahkan senjata tersebut kepada objek lain. Maka Aswatama memilih agar senjata tersebut diarahkan ke kandungan <a title="Utara (Mahabharata)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Utara_%28Mahabharata%29">Utara</a>. Senjata tersebut pun membunuh Parikesit yang maish berada dalam kandungan. Atas pertolongan dari <a title="Kresna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kresna">Kresna</a>, Parikesit dihidupkan kembali. Aswatama kemudian dikutuk agar mengembara di dunia selamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ramalan Kehidupan</p>
<p style="text-align:justify;">Resi <a title="Dhomya (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dhomya&amp;action=edit&amp;redlink=1">Dhomya</a> memprediksikan kepada <a title="Yudistira" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yudistira">Yudistira</a> setelah Parikesit lahir bahwa ia akan menjadi pemuja setia Dewa <a title="Wisnu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wisnu">Wisnu</a>, dan semenjak ia diselamatkan oleh <a title="Kresna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kresna">Bhatara Kresna</a>, ia akan dikenal sebagai <em>Vishnurata</em> (Orang yang selalu dilindungi oleh Sang Dewa).</p>
<p style="text-align:justify;">Resi Dhomya memprediksikan bahwa Parikesit akan selamanya mencurahkan kebajikan, ajaran agama dan kebenaran, dan akan menjadi pemimpin yang bijaksana, tepatnya seperti <a title="Ikswaku" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikswaku">Ikswaku</a> dan <a title="Rama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rama">Rama</a> dari <a title="Ayodhya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ayodhya">Ayodhya</a>. Ia akan menjadi ksatria panutan seperti <a title="Arjuna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arjuna">Arjuna</a>, yaitu kakeknya sendiri, dan akan membawa kemahsyuran bagi keluarganya.</p>
<p style="text-align:justify;">Raja Hastinapura</p>
<p style="text-align:justify;">Saat dimulainya zaman <a title="Kali Yuga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kali_Yuga">Kali Yuga</a>, yaitu zaman kegelapan, dan mangkatnya <a title="Kresna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kresna">Kresna</a> <a title="Awatara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Awatara">Awatara</a> dari dunia fana, lima <a title="Pandawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pandawa">Pandawa</a> bersaudara pensiun dari pemerintahan. Parikesit sudah layak diangkat menjadi raja, dengan <a title="Krepa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Krepa">Krepa</a> sebagai penasihatnya. Ia menyelenggarakan <a title="Aswameddha (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aswameddha&amp;action=edit&amp;redlink=1">Aswameddha</a> <a title="Yadnya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yadnya">Yajña</a> tiga kali di bawah bimibingan Krepa.</p>
<p style="text-align:justify;">Kutukan Sang Seringgi</p>
<p style="text-align:justify;">Pada suatu hari, Raja Parikesit pergi berburu ke tengah hutan. Ia kepayahan menangkap seekor buruan, lalu berhenti untuk beristirahat. Akhirnya ia sampai di sebuah tempat pertapaan. Di pertapaan tersebut, tinggalah Bagawan <a title="Samiti (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Samiti&amp;action=edit&amp;redlink=1">Samiti</a>. Ia sedang duduk bertapa dan membisu. Ketika Sang Raja bertanya kemana buruannya pergi, Bagawan Samiti hanya diam membisu karena pantang berkata-kata saat sedang bertapa. Karena pertanyaannya tidak dijawab, Raja Parikesit marah dan mengambil bangkai <a title="Ular" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ular">ular</a> dengan anak panahnya, lalu mengalungkannya ke leher Bagawan Samiti. Kemudian Sang Kresa menceritakan kejadian tersebut kepada putera Bagawan Samiti yang bernama Sang Srenggi yang bersifat mudah marah.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat Sang Srenggi pulang, ia melihat bangkai <a title="Ular" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ular">ular</a> melilit leher ayahnya. Kemudian Sang Srenggi mengucapkan kutukan bahwa Raja Parikesit akan mati digigit ular setelah tujuh hari sejak kutukan tersebut diucapkan. Bagawan Samiti kecewa terhadap perbuatan puteranya tersebut, yang mengutuk raja yang telah memberikan mereka tempat berlindung. Akhirnya Bagawan Samiti berjanji akan mengakhiri kutukan tersebut. ia mengutus muridnya untuk memberitahu Sang Raja, namun Sang Raja merasa malu untuk mengakhiri kutukan tersebut dan memilih untuk berlindung.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian Naga <a title="Taksaka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taksaka">Taksaka</a> pergi ke <a title="Hastinapura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hastinapura">Hastinapura</a> untuk melaksanakan perintah Sang Srenggi untuk menggigit Sang Raja. Penjagaan di Hastinapura sangat ketat. Sang Raja berada dalam menara tinggi dan dikelilingi oleh prajurit, brahmana, dan ahli bisa. Untuk dapat membunuh Sang Raja, Naga Taksaka menyamar menjadi ulat dalam buah <a title="Jambu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jambu">jambu</a>. Kemudian jambu tersebut diduguhkan kepada Sang Raja. Kutukan tersebut menjadi kenyataan. Raja Parikesit wafat setelah digigit Naga <a title="Taksaka" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taksaka">Taksaka</a> yang menyamar menjadi <a title="Ulat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ulat">ulat</a> dalam buah <a title="Jambu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jambu">jambu</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Keturunan Raja Parikesit</p>
<p style="text-align:justify;">Parikesit menikahi Madrawati, dan memiliki seorang putera bernama <a title="Janamejaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Janamejaya">Janamejaya</a>. <a title="Janamejaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Janamejaya">Janamejaya</a> diangkat menjadi raja pada usia yang masih muda. <a title="Janamejaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Janamejaya">Janamejaya</a> menikahi Wapushtama, dan memiliki dua putera bernama Satanika dan Sankukarna. Satanika diangkat sebagai raja menggantikan ayahnya dan menikahi puteri dari <a title="Kerajaan Wideha (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kerajaan_Wideha&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kerajaan Wideha</a>, kemudian memiliki seorang putra bernama Aswamedhadatta.</p>
<p style="text-align:justify;">Para keturunan Raja Parikesit tersebut merupakan raja legendaris yang memimpin <a title="Kerajaan Kuru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Kuru">Kerajaan Kuru</a>, namun riwayatnya tidak muncul dalam <a title="Mahabharata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mahabharata">Mahabharata</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Parikesit Dalam Pewayangan Jawa</p>
<p style="text-align:justify;">Parikesit adalah putera <a title="Abimanyu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abimanyu">Abimanyu</a> alias Angkawijaya, kesatria Plangkawati dengan permaisuri <a title="Utara (Mahabharata)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Utara_%28Mahabharata%29">Dewi Utari</a>, puteri Prabu <a title="Wirata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wirata">Matsyapati</a> dengan Dewi Ni Yustinawati dari <a title="Kerajaan Wirata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Wirata">Kerajaan Wirata</a>. Ia seorang anak yatim, karena ketika ayahnya gugur di medan perang <a title="Bharatayuddha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bharatayuddha">Bharatayuddha</a>, ia masih dalam kandungan ibunya. Parikesit lahir di istana <a title="Hastinapura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hastinapura">Hastinapura</a> setelah keluarga <a title="Pandawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pandawa">Pandawa</a> boyong dari Amarta ke <a title="Hastinapura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hastinapura">Hastinapura</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Parikesit naik tahta negara Hastinapura menggantikan kakeknya Prabu Karimataya, nama gelar Prabu <a title="Yudistira" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yudistira">Yudistira</a> setelah menjadi raja negara Hastinapura. Ia berwatak bijaksana, jujur dan adil.</p>
<p style="text-align:justify;">Prabu Parikesit mempunyai 5 (lima) orang permasuri dan 8 (delapan) orang putera, yaitu:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Dewi Puyangan, berputera Ramayana dan Pramasata</li>
<li>Dewi Gentang, berputera Dewi Tamioyi</li>
<li>Dewi Satapi alias Dewi Tapen, berputera Yudayana dan Dewi Pramasti</li>
<li>Dewi Impun, berputera Dewi Niyedi</li>
<li>Dewi Dangan, berputera Ramaprawa dan Basanta.</li>
</ol>
<p>Sumber : Wikipedia<!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nevzad.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nevzad.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nevzad.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nevzad.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nevzad.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nevzad.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nevzad.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nevzad.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nevzad.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nevzad.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nevzad.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nevzad.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nevzad.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nevzad.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nevzad.wordpress.com&amp;blog=11750447&amp;post=6&amp;subd=nevzad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nevzad.wordpress.com/2010/01/30/parikesit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff4beed13b8a15e411640921f7d0d631?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nevzad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e0/Parikesit-kl.jpg/275px-Parikesit-kl.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://nevzad.wordpress.com/2010/01/30/hello-world/</link>
		<comments>http://nevzad.wordpress.com/2010/01/30/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 18:26:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nevzad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nevzad.wordpress.com&amp;blog=11750447&amp;post=1&amp;subd=nevzad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nevzad.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nevzad.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nevzad.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nevzad.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nevzad.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nevzad.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nevzad.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nevzad.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nevzad.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nevzad.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nevzad.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nevzad.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nevzad.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nevzad.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nevzad.wordpress.com&amp;blog=11750447&amp;post=1&amp;subd=nevzad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nevzad.wordpress.com/2010/01/30/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff4beed13b8a15e411640921f7d0d631?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nevzad</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
